MUDZAKARAH ULAMA

ومن الناس والدّواب والانعم مختلفٌ الونه كذلك انما يخشى الله من عباده العلماء انّ الله عزيزٌ غفورٌ ـ

Selasa, 06 Mei 2008

MUDZAKARAH 'ULAMA PROSES MENUJU DAULAH ISLAM MENDUNIA

Sangatlah penting bagi setiap hamba Allah untuk mengingati apa yang dinyatakan Allah dalam al Qur-an Surah Ali Imran ayat 144, tentang kedudukan Rasulullah bagi setiap pengikutnya atau muttabi'urrosul, yaitu sebagai berikut:

وما محمّدٌ إلاَّ رسولٌ قد خلت من قبله الرسل افإين مات او قتل انقلبتم على اعقابكم ومن ينفلب هلى عقبيه فلن يضرّ الله شيئا وسيجزى الله الشاكرين ـ

"Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika Dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, Maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun, dan Allah akan memberi Balasan kepada orang-orang yang bersyukur".(Qs.Ali Imran:144)

Jika dalam sholat kita berulang kali membaca surah al Fatihah...

اهدنا الصراط المستقيم ـ

"tunjukilah kami jalan yang lurus".

Maka tiada lain jawaban terhadap do'a tersebut adalah dengan cara kita thaat kepada rasulullah secara mutlaq tanpa ada sikap membantah. Dikarenakan bahwa rosul yang wajib diikuti dan bukanlah rosul yang harus mengikuti kemauan kita. Mengenai hal ini Allah terangkan dalam Surah al Hujurat ayat 7 :

واعلموا انّ فيكم رسول الله لو يطيهكم فى كثيرٍ من الامر لعنتم ولاكنّ الله حبّب اليكم الإيمان وزيّنه فى قلوبكم وكرّه اليكم الكفر والفسوق والعصيان أولئك هم الرّاشدون ـ

"Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah, kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu 'cinta' kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka Itulah orang-orang yang
mengikuti jalan yang lurus"(Qs.
Al Hujurat:7)

Jadi jelaslah... bahwa risalah yang dibawa Muhammad Rasulullah yang bersumber dari al Qur-an adalah sistem atau ajaran yang sempurna, lurus dan penentu bagi kehidupan manusia yang mendambakan kabar gembira dari Allah. Siapa saja yang mengikuti sistem selain risalah yang dibawanya hukumnya adalah bathil dan tercela, dengan beberapa alasan, antara lain :

1. Alqur-an menuntun kepada cara hidup yang paling kokoh:

انّ هذا القرءان يهدى للتى هي اقوم ويبشر المؤمنين الذين يعملون الصالحات انّ لهم اجرًا كبيرًا ـ

"Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih Lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar" (Qs. Al Isra':9)

2. Akhlaq sebagai ukuran kemajuan peradaban manusia sejak masa Nabi Adam

وانك لعلى خلق عظيمٍ ـ

"Dan Sesungguhnya kamu (Muhammad) benar-benar berakhlaq yang agung". (Qs.Al Qolam : 68)

3. Sikap tegas ke arah yang benar, bagi para rosul dan pengikutnya :

مّحمد رّسول الله والذين معه اشدّآء على الكفار رحماء بينهم تراهم ركّعًا سجّدا يبتغون فضلاً من الله ورضوانا سيماهم فى وجوههم من اثر السجود ذلك مثلهم فى التّوراة ومثلهم فى الإنجيل كزرعٍ اخرج شطئه فئازره فاستغلظ فاستوى على سوقه يعجب الزراع ليغيظ بهم الكفّار وعدالله الذين ءامنوا وعملوا الصّالحات منهم مغفرةً واجرًا عزيما ـ

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan Dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. kamu Lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya Maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah Dia dan tegak Lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang salehdi antara
mereka ampunandan pahala yang besar". (Qs.Al fath:29)

4. Adanya penawaran dari Allah yang tiada bandingnya :

ان اللهاشترى من المؤمنين انفسهم واموالهم بانّ لهم الجنّة يقابلون فى سبيل الله فيقتلون ويقتلون وعدًا عليه حقًا فى التوراة والإنجيل والقرءان ومن اوفى بعهده من الله فاستبشروا ببيعكم الذى بايعتم به وذلك هو الفوز العظيم ـ

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar". (Qs.at-Taubah:111)

Maka bagi setiap diri kita yang menyatakan diri selaku muslim...yang artinya pemeran Islam, bahwa dengan adanya penjelasan beberapa ayat al Qur-an diatas, berarti Allah menuntut kita untuk sadar akan kewajiban berjihad mengangkat Kalimatullah melalui tata cara yang dibenarkanNya. Caranya dengan tahapan kerja atau amal yang dipandu al Qur-an, dimana melalui upaya yang besar inilah kita mengharapkan ridho Allah SWT, seperti yang telah diterangkanNya dalam Surah al Furqon ayat 52 :

فلا تطع الكافرين وجاهدهم به جخادًا كبيرًا ـ

"Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan Jihad yang besar".(Qs. al Furqon:52)

Siapakah Hamba Allah Saat Ini yang Mampu Memandu Ummat ?

Dikarenakan Dinul Islam adalah sistem pengabdian yang sempurna, sehingga tiada tempat bagi setiap muslim untuk mencari-cari alasan yang membenarkan langkah jihadnya apabila sistem, pola dan tahapannya mengambil dari logika dan teori-teori buatan manusia. Oleh karena itu siapakah orangnya yang mampu memahami, mengamalkan dan menjelaskan petunjuk kebenaran ini kepada ummat? Mereka adalah dua golongan manusia yang dibangkitkan Allah ke tengah-tengah makhluq ciptaanNya sebagai karunia yang besar. Terhadap hal ini, mari kita simak dua keterangan ayat al Qur-an berikut :

1. Dalam Surah Fathir ayat 28,

ومن الناس والدواب والأنعام مختلفٌ الوانه كذلك انّما يخشى الله من عباده العلماؤا انّ الله عزيزٌ غفزر ٌ ـ

'Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun".
(Qs
Fathir:28).

2. Dalam Surah Az-Zukhruf ayat 13,

لتستوا على ظهوره ثمّ تذكروا ربكم اذا استويتم عليه وتقولوا سبحان الذى سخّرلنا هذا وما كنّا له مقرنين ـ

"Supaya kamu duduk di atas punggungnya kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi Kami Padahal Kami sebelumnya tidak mampu menguasainya".(Qs. Az-Zukhruf:13)

Dua golongan ini dikenal dengan istilah "Ulama Intelektual", yaitu hamba Allah yang dianugrahi sifat ke'ulamaan disertai pandangan yang tajam terhadap berbagai problema ummat. Kedua "Intelektual Ulama", yaitu hamba Allah yang dianugrahi kemampuan mentelaah semesta 'alam dengan logika yang didasari iman. Maka hasil pengembangan ilmu pengetahuan yang dikeluarkannya sangat bermanfaat, dengan tetap menjaga nilai-nilai kemanusiaan.

Mereka inilah yang didambakan ummat muslim sedunia untuk memandu, memimpin, dan mengayomi seluruh manusia dalam suatu Daulah Islam Mendunia atau dikenal juga dengan Khilafathul Muslimin. Namun ada beberapa ketentuan dalil al Qur-an yang menerangkan tata cara dan tahapan menuju tegaknya Khilafathul Muslimin ini, dimana semuanya wajib dithaati, yaitu antara lain:

A. Khilafathul Muslimin bukanlah target dalam pola gerakan tajdid, dalilnya beberapa ayat berikut :

واذ قال ربك للملاءكة انى جاخل فى الارض خليفة قالوا اتجعل فيها من يفسد فيها و يسفك الدماء ونحن نسبح بحمدك ونقدس لك قال انى اعلم ما لا تعلمون

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
(Qs.
al Baqarah:30)

وهو الذى جعلكم خلائف الارض ورفع بعضكم فوق بعضٍ درجاتٍ ليبلواكم فى مآ ءاتاكم انّ ربّكم سريع العقاب وانّه لغفورٌ رّحيمٌ ـ

"Dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".(Qs. al An'am:165)

أمّن يجيب المضطرّ اذا دعاه ويكشف السوء ويجعلكم خلفآء الأرض اءلاهٌ مع الله قليلاً ما تذكرون ـ

"Atau siapakah yang memperkenankan (do'a) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdo'a kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada seruan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati(Nya)".(Qs. An Naml:62)

ثمّ جعلناكم خلائف فى الارض من بعدهم لننظر كيف تعملون ـ

"Kemudian Kami jadikan kamu pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kamu berbuat".(Qs. Yunus:14)

وعد الله الذين ءامنوا منكم وعملوا الصّالحات ليستخلفنّهم فى الارض كما استخلف الذين من قبلهم وليمكننّ لهم دينهم الذى ارتضى لهم وليبدِّلنّهم من بعد خوفهم امنًا يعبدوننى لا يشركون بى شيئآ ومن كفر بعد ذلك فأولائك هم الفاسقون ـ

" Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik".(Qs. an Nur:55)

Semua dalil di atas menyatakan bahwa ketetapan "Khalifah" adalah ketentuan mutlaq dari Allah bukan hasil paksaan dan rekayasa logika dan nafsu manusia. Allah yang Maha Berkehendak, Maha Menentukan dan Maha Mengetahui kepada "siapa" dan "kapan" ketetapanNya akan dimunculkan.

Maka...dengan mengambil beberapa dalil tersebut, berarti tegaknya Khilafathul Muslimin adalah target harapan dan bukan tujuan. Artinya untuk ke sana memerlukan upaya pelaksanaan dan proses tahapan yang benar berdasarkan panduan al Qur-an dan al Hadits shohih. Sebagaimana diterangkan dalam Surah al Hujurat ayat 1 :

يأيها الذين ءامنوا لا تقدّموا بين يدى الله ورسوله واتّقوا الله انّ الله سميعٌ عليمٌ ـ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui."(Qs. al Hujurat:1)

B. Tujuan gerakan tajdid ini adalah berkumpulnya para 'Ulama sedunia untuk bermudzakarah, sehingga mencapai keabshahan keberadaan "Ahlul Hali wal 'Aqdi", yaitu berkumpulnya 'ulama dimana mereka bersepakat dan mampu menjawab berbagai permasalahan manusia dengan rujukan al Qur-an dan al hadits shohih (Lihat Qs.2:208). Lafadz "assilmun" artinya "bentuk kesepakatan" (lihat kamus attarbawiyah), sedangkan yang dapat bersepakat dalam masalah Islam bukanlah masyarakat awwam, namun hanyalah para 'ulama ahli ilmu.

يأيها الذين ءامنوا ادخلةا فى السلم كآفّة ولا تتبعوا خطواتِ الشيطان انه لكم عدوّ مّبين ـ

"Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.
"(Qs.al Baqarah:208)


5. Setelah perubahan kepemimpinan dunia dari Ahli Kitab dan Musyrikin kepada Ummat Mukmin melalui Amirul Mukminin bersama Ahlul Hali wal 'Aqdi, maka wajib memulai untuk menyusun rancangan penetapan "Daulah Islam Dunia" sesuai dengan janji dan ketetapan Allah dan rosulNya (Simak dalam Qs.9 : 33).

هوالذى أرسل رسله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله ولو كره المشركون ـ

"Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai".
(Qs.at Taubah:33)

Kemudian ayat ini dijelaskan Rosulullah melalui 2 haditsnya yang diriwayatkan Imam Muslim, Abu Dawud, dan Turmudzi dari jalan Syauban r.a. dengan derajat shohih :

قال صلعم :

1)ـ إنّ الله زوى ايْ جمع وضمّ لى الأرض فرايتُ مشارقها ومغاربها وإنّ امّتى سيبلغ ملكها ما زوىلى منها ـ

رواه مسلم و ابوداود والترمذى عن شؤبان.

Terjemahnya :

"Sesungguhnya Allah telah menghimpun dan menyatukan bumi ini untukku, maka aku dapat menyaksikan bumi ini belahan timur dan belahan barat. Dan sesungguhnya kekuasaan ummatku akan sampai ke daerah yang dihimpun kepadaku"

2)ـ ليبلغنّ هذا الامر ما بلغ اليل والنّها ر ولا يترك الله بيت مدرٍ ولا وبر إلأ أدخله اللهُ هذا الدّين بعذّ عذيذٍ او بذل ذليلٍ, عذّا بعذّ اللهُ به الإسلام وذلاّ بذلِّ به الكفْر ـ

رواه مسلم و ابوداود عن شؤبان.

Terjemahnya :

"Sesungguhnya Islam ini akan sampai ke bumi yang dilalui oleh malam dan siang. Allah tidak akan melewatkan seluruh kota dan pelosok desa, kecuali Allah memasukkan Addin ini ke daerah itu, dengan memuliakan yang mulia dan merendahkan yang hina. Yaitu memuliakan dengan Islam dan merendahkan dengan kekufuran"

Proses perubahan menuju keberlakuan Daulah Islam Mendunia yang nantinya diupayakan oleh Amirul Mukminin bersama Ahlul Hali wal 'Aqdi tentunya akan direstui Allah. Karena kepada merekalah Allah menetapkan "Tegaknya Hukum Islam Secara Mutlaq di Seluruh Dunia atas KekuasaanNya". Namun untuk menuju ke sana masih memerlukan beberapa proses yang telah ditetapkan Allah waktunya, yaitu "satu masa", yaitu sekitar 40-50 tahun – dihitung sejak dari pemindahan kepemimpinan dunia oleh Ahli Kitab dan Musyrikin kepada Ummat Muhammad Rosulullah. Mengenai satu masa ini dapat dilihat dalilnya dalam Surah Shod ayat 88 :

ولتعلمنّ نبأه بعد حين ـ

" Dan Sesungguhnya kamu akan mengetahui (kebenaran) berita Al Quran
setelah beberapa waktu lagi". (Qs.
Shod:88)

Dengan adanya penetapanNya tersebut, berarti telah tegak Khilafathul Muslimin, seperti yang diterangkanNya dalam Surah an Nur ayat 55 :

وعد الله الذين ءامنوا منكم وعملوا الصّالحات ليستخلفنّهم فى الارض كما استخلف الذين من قبلهم وليمكننّ لهم دينهم الذى ارتضى لهم وليبدِّلنّهم من بعد خوفهم امنًا يعبدوننى لا يشركون بى شيئآ ومن كفر بعد ذلك فأولائك هم الفاسقون ـ

" Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan aku. dan Barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu,

Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik". (Qs. an Nur:55)

Dengan demikian Khilafathul Muslimin dalam asuhan Amirul Mukminin bersama Ahlul Hali wal 'Aqdi akan bertugas membangun atau membentuk khilafah pada setiap Rumpun Bangsa seperti pada Rumpun Melayu, Eropa, Arabia, Afrika dan seterusnya. Jika pimpinan Dunia disebut Amirul Mukminin, maka pimpinan pada tiap Rumpun Bangsa disebut Amirul Ummah atau Ulil Amri. Mereka nantinya akan mengadakan riset terhadap berbagai potensi dan kebutuhan tiap bangsa untuk dibangun kesejahteraannya dibawah Hukum Allah.

Maka dapat kita simpulkan bahwa kesemuanya yang telah ditetapkan Allah tentang Khilafathul Muslimin atau Daulah Islam Mendunia prosesnya wajib melalui upaya para 'Ulama Intelektual dan Intelektual 'Ulama melalui proses Mudzakarah Ulama, insyaAllah.

Dalam al Qur-an Surah al Insyiqoq ayat 19, dengan diawali dengan lafadz sumpah diterangkan bahwa Allah telah menetapkan ketentuan sunahNya tentang wajibnya proses dalam setiap ciptaan dan taqdirNya :

لتركبنّ طبقا عن طبقٍ ـ

"Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)"(Qs. al Insyiqoq:19)

Sebagai informasi tentang langkah besar ini, bahwa tahapan-tahapan awal telah dilakukan oleh Panitia Pelaksana bersama komponen Ummat Islam. Tahun 2002 lalu telah dilangsungkan Kongres Ummat Islam Sumatera Selatan di Palembang. Kemudian dilanjutkan dengan Mudzakarah 'Ulama Sesumatera tahun 2006, dimana salah satu butir keputusannya adalah mengamanahkan kepada panitia untuk mengadakan Mudzakarah lanjutan, yaitu Tingkat Rumpun Melayu.

Persiapan-persiapan awal menuju tahun 2010 telah dilakukan Panitia Pelaksana DP3MU, antara lain baik dari segi kepanitian, administrasi dan kesekretariatan, finansial, termasuk media informasi melalui buletin dan internet. Untuk merapikan dan menyatukan persepsi bagi unsur kepanitian, maka mereka senantisa mengikuti kaderisasi Mubaligh Sunnah hari jum-at malam. Sedang bagi Dewan Perancang memiliki agenda rutin berupa Musyawarah Harian setiap bulan dan Musyawarah Pleno setiap satu semester atau 6 bulan.

Saat ini, dengan kemudahan yang diberikan Allah, Panitia telah memiliki Kantor Sekretariat sendiri berupa dua gedung ruko yang telah direnovasi, terletak jalan raya km-14 yang strategis. Untuk sumber dana ditempuh dengan cara penarikan infaq dan zakat kepada ummat Islam yang besimpati, terutama kepada pihak panitia sendiri. Sedangkan untuk penyampaian informasi secara luas ke khalayak ummat sedunia ditempuh melalui media cetak, internet, radio dan televisi. Meskipun dalam setiap langkah yang benar pasti akan dihadapkan dengan berbagai ujian kesabaran, namun langkah yang ditempuh panitia semakin mantap dengan terjalinnya silaturahim dan sambutan beberapa 'ulama di Rumpun Melayu dan telah pula terbentuk perwakilan di beberapa provinsi di Sumatera dan Jawa.

Untuk itu, kami mengajak kepada segenap ummat Islam agar dapat bersama-sama panitia melaksanakan suatu tugas ibadah yang besar dan mulia, yaitu mengangkat Kalimatullah. Tiada pamrih yang kita harapkan kepada sesama makhluqNya atas suatu ibadah, namun hanya ridho Allah yang kita dambakan. Mari sambutlah ajakan kami dengan mengerahkan segenap kemampuan dan kekuatan harta dan potensi diri kita, mudah-mudahan Allah meridhoi langkah-langkah kita. واللهُ أعلمُ بالصوابِ

Daftar Bacaan :

  1. Mushab al Qur-an
  2. Shahih Muslim, Turmuzi, Abu Dawud
  3. Tafsir al Itqon
  4. Tafsir at Thobary
  5. Tafsir al Burhan
  6. Jarh wa Ta'dil
  7. Kamus at Tarbawi